Kantor Kementerian Agama Kab. Bangli
Analis Kepegawaian pada Kantor Kementerian Agama Kab. Bangli
Selamat Hari Amal Bakti
Kementerian Agama Ke 65
Kementerian Agama Ke 65
Peringatan Hari Ulang Tahun atau Hari Amal Bakti (HAB) ke-65 Kementerian Agama yang jatuh setiap tahun, tanggal 3 Januari merupakan momentum napak tilas historis yang sangat baik untuk semakin memperteguh komitmen dan integritas seluruh aparatur terhadap tugas-tugas yang diembannya, sekaligus mengevaluasi dan menyiapkan institusi ini dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Peringatan HAB ke 65 di Provinsi Bali dilaksanakan Upacara Bendera yang dipusatkan di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Rabu 5 Januari 2011. Hal ini dikarenakan diBali merayakan hari raya Siwa Ratri pada tanggal 3 dan 4 Januari 2011. sehingga untuk pelaksanaan HAB ke 65 Kementerian Agama di Provinsi Bali baru dapat diadakan pada tanggal 5 Januari 2011. Dimana dalam pelaksanaan HAB ke 65 tahun 2011 ini, bertindak sebagai tuan rumah adalah Kota Denpasar. Seluruh jajaran Kementerian Provinsi Bali, hadir selaku peserta upacara yang berjumlah tak kurang dari 6.000 orang. Unsur Muspida dan Pejabat pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kota Denpasar turut hadir selaku undangan dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, bertindak selaku Pembina Upacara, dan membacakan Sambutan Menteri Agama RI, H. Suryadharma Ali.
Berbagai kegiatan yang dilakukan dalam menyambut HAB ke 65 Kementerian Agama seperti; Persembahyangan bersama di pura Bukit Jati Bangli, PORWIL (Pekan Olah raga Wilayah) yang dipusatkan di lapangan Lumintang, Denpasar, Ziarah di Taman Makan Pahlawan Penglipuran Bangli dan Acara Syukuran di Kantor Kementerian Agama Kab. Bangli
Acara yang dilaksanakan sangat menghibur seluruh karyawan Kantor Kementerian Agama Kab Bangli
Dirgahayu Kementerian Agama ke-65, 3 Januari 2011, semoga dapat mewujudkan bangsa yang bekerja keras, bekerja cerdas, dan bangsa yang bekerja ikhlas,
KERJA KERAS, KERJA CERDAS, DAN KERJA IKHLAS”
Peringatan HAB ke 65 di Provinsi Bali dilaksanakan Upacara Bendera yang dipusatkan di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Rabu 5 Januari 2011. Hal ini dikarenakan diBali merayakan hari raya Siwa Ratri pada tanggal 3 dan 4 Januari 2011. sehingga untuk pelaksanaan HAB ke 65 Kementerian Agama di Provinsi Bali baru dapat diadakan pada tanggal 5 Januari 2011. Dimana dalam pelaksanaan HAB ke 65 tahun 2011 ini, bertindak sebagai tuan rumah adalah Kota Denpasar. Seluruh jajaran Kementerian Provinsi Bali, hadir selaku peserta upacara yang berjumlah tak kurang dari 6.000 orang. Unsur Muspida dan Pejabat pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kota Denpasar turut hadir selaku undangan dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, bertindak selaku Pembina Upacara, dan membacakan Sambutan Menteri Agama RI, H. Suryadharma Ali.
Berbagai kegiatan yang dilakukan dalam menyambut HAB ke 65 Kementerian Agama seperti; Persembahyangan bersama di pura Bukit Jati Bangli, PORWIL (Pekan Olah raga Wilayah) yang dipusatkan di lapangan Lumintang, Denpasar, Ziarah di Taman Makan Pahlawan Penglipuran Bangli dan Acara Syukuran di Kantor Kementerian Agama Kab. Bangli
Acara yang dilaksanakan sangat menghibur seluruh karyawan Kantor Kementerian Agama Kab Bangli
Dirgahayu Kementerian Agama ke-65, 3 Januari 2011, semoga dapat mewujudkan bangsa yang bekerja keras, bekerja cerdas, dan bangsa yang bekerja ikhlas,
KERJA KERAS, KERJA CERDAS, DAN KERJA IKHLAS”
Dharma Santi
Puncak perayaan Hari Raya Nyepi Kantor Kementerian Agama Kab. Bangli yang diselenggarakan di Aula Yayasan Gurukula Kabupaten Bangli pada tanggal 31 Maret 2011 mengangkat tema "Melalui Dharma Santi Kita Tingkatkan harmonisasi Kerukunan Umat Beragama" dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali beserta ibu dan sejumlah pejabat Kanwil Agama seperti, Kepala Bidang Urusan Agama Hindu serta Kasubag Humas Kanwil Agama Prop. Bali
Bapak Kakanwil Agama Prop. Bali Menyampaikan bahwa Umat Hindu melaksanakan Dharma Santi setelah menyelesaikan seluruh rangkaian upacara keagamaan dalam menyambut Nyepi, yakni Melasti, Tawur Agung Kesanga, Pangerupukan, Brata Penyepian, dan Ngembak Geni.
Begitu pula menurut tuan rumah penyelenggara Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bangli , Dharma Shanti dilaksanakan untuk mewujudkan perdamaian di antara sesama umat manusia, karena melalui acara ini, umat Hindu diajarkan untuk dapat saling memaafkan dengan hati dan pikiran yang suci dan ikhlas.
Beliau mengatakan, kegiatan penutup dari seluruh rangkaian perayaan Nyepi ini sekaligus menjadi pembuka yang baik bagi umat dalam memasuki tahun yang baru.
Melalui seluruh rangkaian perayaan Nyepi, umat Hindu melaksanakan falsafah hidup Tri Hita Karana, atau tiga sumber kesejahteraan. Falsafah itu mengajarkan bahwa manusia hanya dapat mencapai kesejahteraan hidup apabila menyelaraskan hubungan dengan Tuhannya, hubungan dengan alam lingkungannya, dan hubungan dengan sesamanya.(Gz.K)